Cara Merawat Anak ikan Cupang

Cara Merawat Anak ikan Cupang – Burayak/anak dan Telur Ikan Cupang merupakan calon Ikan cupang dewasa yang pemeliharaan cukup sulit. Terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam merawat anak dan telur dari ikan cupang. Kebanyakan orang yang budidaya ikan cupang hanya berhasil 10-40% saja ikan cupang bisa masih bertahan hidup. Hal itu terjadi karena ada yang salah dengan cara perawatannya sehingga banyak anak cupang yang tidak bisa bertahan hidup.

Baca juga: Tips Memelihara Dan Merawat Ikan Buntal Air Tawar

Ada banyak faktor yang membuat anak ikan cupang tersebut mati, misalnya faktor pakan atau faktor air yang digunakan. Untuk mengatasi hal itu, silahkan baca dan coba ulasan yang ada di bawah ini.

Perhatikan kembali kualitas air

Air sering kali terlupakan saat merawat atau memelihara hewan air, sehingga hal itu akan berakibat buruk pada ikan yang hidup di dalamnya. Termasuk pada cara merawat ikan cupang agar tidak cepat mati, air juga menjadi hal yang utama. Sebaiknya pilih air yang sudah diendapkan, jaga air tersebut dari saat proses pemijahan sampai perkawinan.

Masukkan garam serta daun ketapang

secukupnya kepada air tua atau air endapan tersebut, tunggu sampai warna air menjadi keruh seperti air teh. Air yang berkualitas baik adalah air yang berwarna kuning tapi tetap bening. Kemudian masukkan tanaman air seperti ganggang atau sapu pada air tersebut.

Pilih pakan yang tepat

Dari beberapa jenis pakan anak ikan cupang, yang paling baik dan bagus adalah kutu air. Selain kutu air, jenis pakan yang cocok untuk anak ikan cupang tersebut adalah artemia. Karena kedua jenis pakan tersebut ukurannya pun cocok dengan anak ikan cupang yang sangat kecil itu. Apalagi kutu air merupakan pakan alami yang disukai oleh ikan.

Memisahkan pejantan pada saat proses pemijahan

Mengangkat atau memindahkan pejantan lebih baik dilakukan setelah 4 hari setelah telur menetas, karena pejantan yang belum berpengalaman mengurus anaknya berpotensi memakan anaknya sendiri. Tapi bisa lebih lama dari itu misalnya 2 minggu. Semua itu bergantung pada cara pejantan merawat anaknya.

Menjaga kestabilan suhu air

Selain menjaga kualitas air, anda juga harus menjaga suhu air agar tidak berdampak buruk pada anak ikan cupang tersebut. Cara merawat anak ikan cupang agar tidak mati bisa dengan menggunakan eceng gondok pada kolam atau akuarium. Karena eceng gondok ini berfungsi sebagai tempat anak ikan cupang berenang atau bersembunyi.
Eceng gondok tersebut juga akan menstabilkan perubahan suhu air di dalam akuarium atau kolam. Selain itu, bisa menjadi peneduh untuk anak ikan cupang tersebut sehingga keberadaan eceng gondok akan membuat mereka nyaman. Sehingga, jika suhu air di dalam kolam atau akuarium selalu stabil, maka anakan tersebut tidak akan mudah mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *