Gemerlap Ikan Neon Tetra ! Ikan Mungil Nan Berkilau yang Suka Bergerombol

Ikan Neon Tetra yang mempunyai nama Latin Paracheirodon innesi ini berasal dari keluarga Characidar. Habitas asli ikan ini adalah di Peru.Ikan ini mempunyaipopularitas yang tinggi di kalangan pecinta ikan hias dengan bentuk dan warnanya yang mirip dengan Cardinal Tetra. Perbedaan mendasar yang terdapat pada kedua ikan tersebut adalah ikan neon tetra tidak memiliki garis merah di bawah garis biru di sepanjang tubuhnya. Garis merah pada ikan ini hanya terdapat pada setengah badan sampai ke ekor. Ikan ini sangat cocok di jadikan ikan hiasan di akuarium oleh karena warnanya yang cerah dan gaya hidupnya yang sering bergerombol dan bergerak kesana kemari sehingga menimbulkan kesan gemerlap.

ikan neon tetra

Apabila Anda berminat untuk memelihara ikan ini, jangan pernah meletakkan ikan dalam akuarium, berisi udara baru sebelum Anda meletakkan ikan jantan di dalamnya. Patikan juga udara yang ada didalam akuarium memang sudah matang. Dengan kecocokan suhu air berkisar antara 25-27 derajat celsius dan pH 5,5-7,5, ikan ini dapat tumbuh sekitar tiga centimeter atau 1,2 inci panjang tubuhnya. Hewan ini merupakan omnivora yang memakan pelet kecil dan cacing beku.

Perbedaan jenis kelamin dapat dilakukan dengan melihat perutnya. Pada ikan neon tetra betina, perut yang dimilikinya sedikit lebih besar dengan garis warna warni membungkung dari pada perut pejantan yang neniliki garis lebih lurus. Selain itu, dapat pula dilihat dari gerakan yang dihasilkannya. Pada pejantan, gerakan yang dimilikinya lebih lincah sedangkan pada betina gerakan yang dihasilkannya memang lebih lamban. Baru-baru ini tersedia ikan neon tetra dalam bentuk sirip panjang atau slayer.

Untuk keperluan komersial, ikan dipelihara pada air yang sangat lembut atau soft dengan kondisi air asam dan suhu sekitar duapuluh lima derajat celsius. Bersihkan terlebih dahulu ikan sebelum dilakukan pembiakan dan cuci dengan menggunakan tawas. Menggunakan air hujan yang ditampung dan didiamkan satu sampai dua minggu lamanya dengan suhu 20 derajat celsius, tetesi air rendaman menggunakan kayu asam. Ikan ini dapat dipelihara pada akuarium kaca atau kolam tembok komunitas dengan minimal 60 centimeter panjangnya, dengan Ph kurang dari empat dan KH 1,0-2,0. Pada pemijahan, masukkan air hujan kedalam tempat pemijahan dan diamkan selama dua sampai tiga hari. Terakhir, masukkan tanaman atau dedaunan untuk meletakkan telur ikan. Namun, sebaiknya pindahkan mereka dengan adaptasi karena dikhawatirkan mereka akan stress apabila mereka mengalami perubahan yang drastis di lingkungannya.

Karakter mereka yang pemalu dan ukuran tubuh mereka yang cenderung kecil dengan panjang kurang dari empat centimeter sebaiknya dijadikan bahan pertimbangan untuk tidak memelihara ikan yang besar atau ikan yang agresif untuk menghindari kompetisi dalam memperebutkan makanan. Ikan ini dapat hidup antara tiga sampai lima tahun.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *