Ikan Hias Air Laut Ikan Buntal

Ikan Hias Air Laut Ikan Buntal

Ikan Buntal merupakan salah satu jenis ikan asal family tetrodontidae. Ikan buntal mempunyai banyak sekali spesies yang telah tersebar di 19 negara di seluruh dunia. Keunikan dari ikan huntal ini adalah ikan dapat menggembungkan badannya krtika dengan predator lain ditambah lagi dengan gigi yang kuat yang berfungsi untuk mencabik mangsa dibawah karang dan lain-lain.

Ikan Buntal  juga dikenal dengan nama puffer fish ini sering banget dapat ancaman. Makanya, supaya nggak jadi santapan ikan lain, ikan ini bertahan dengan cara memasukkan banyak air ke dalam tubuhnya dan menggembung. Ketika menggembung, ukuran tubuh ikan buntal bisa mencapai dua atau tiga kali lipat daripada ukuran normalnya. Ketika menggembung, duri-duri beracun pada tubuhnya pun keluar dan mengeras.

Racun yang terdapat pada duri-duri ikan buntal ini bukan racun kelas bulu. Pasalnya, racun yang ada pada seekor ikan buntal bisa membunuh 30 orang dewasa, lho. Gawat kan? Makanya, kita harus hati-hati kalau bertemu ikan ini di laut. Anehnya, ikan ini justru dijadikan hidangan yang disebut Fugu di Jepang. Hidangan ini termasuk mahal karena butuh keahlian khusus buat memasaknya sehingga kita nggak meninggal keracunan setelah memakannya.

Ikan Buntal ini adalah predator malam hari, biasanya bersembunyi di celah-celah karang di siang hari dan baru akan berakasi mencari makan pada malam hari. Gigi yang menyatu bersama menjadi satu kesatuan, menciptakan mulut yang kuat dan dapat meretakan kulit kerang siput, landak laut, dan kepiting yang merupakan makanan utama ikan buntal.

Racun yang terkandung pada bagian dalam ikan buntal ini disebut Tetrodotoksin (TTX). Dosis mematikan racun ikan buntal bagi manusia diperkirakan 2 mg TTX. Racun ini sangat mematikan dan akan bereaksi pada korbannya hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.

Gejala keracunan TTX ini, akan diawali oleh rasa mual, muntah-muntah, mati rasa dalam rongga mulut, selanjutnya muncul gangguan funsi saraf yang ditandai dengan rasa gatal di bibir, kaki, dan tangan, gejala tersebut terjadinya kelumpuhan dan kematian akibat sulit bernafas dan serangan jantung. Gejala tersebut timbul selama 10 menit pertama hingga 30 menit dan setelah itu akan menimbulkan kematian.

Jenis ikan buntal tersebut pertama ditemukan didalam perairan laut jepang dan Afrika. Ikan buntal tersebar yang pernah ada atau dikenal dengan sebutan ikan Stell. Ikan Stell merupakan ikan Buntal terbesar di dunia. Adapun ukuran ikan buntal Stell yaitu mencapai 47 Inc atau 120 cm.

Kemudian ikan buntal yang berasal dari sungai kango, ikan ini dikenal dengan ikan jenis air tawar. Ikan ini masih dikategorikan sebagai ikan tersebar di dunia karena panjang ikan buntal diperkirakan mencapai 26 Inc atau 66 Cm.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *