Ikan Hias Air Tawar Ikan Niasa

Ikan niasa Ikan niasa adalah ikan carnivore yaitu ikan pemakan daging. Ikan niasa diberi makan untuk pertumbuhan memelihara system kekebalan tubuhnya. Untuk pemeriharaan larva dapat diberi makan kutu air,artemia dan cacing sutera atau cacing rambut. Sementara induknya diberikan pakan udang atau rebon untuk memelihara kualitas telrunya.

Iakn niasa ini memiliki poster tubuh memanjang agak datar. Sirip di punggungnya memanjang, dengan ekor yang berbentuk membualat. Ikan niassa ini memiliki warna dasar kuning cerah, tetapi ada pula yang berwarna hitam pekat. Ikan ini terlihat cantik karena garis kuning yang melintang horizontal yang berpangkal dari kepala sampai sirip ekor. Ada yuang bergaris warna hitam yang diikuti dengan garis putih itu persis di tubuh, lalu di punggung tapi ada pula di sirip.

hidup dan asal dari niasa (Melanochromis auratus) ini sama dengan venustus. Tubuh jantan berwarna selangseling kuning dengan garis horisontal hitam sangat cemerlang, sedangkan betina berwarna agak biru dan sedikit pucat. Ikan ini memerlukan air yang alkali (pH lebih dari 7) dan cukup keras (sekitar 12° dH).

Ikan dewasa sebenarnya sangat mempertahankan daerahnya sehingga perlu adanya tanaman air atau bebatuan yang cukup sebagai shelter. Namun, pemeliharaan di kolam tanpa shelterpun tidak bermasalah. Selain itu, karena sifatnya mouthbreeder maka tanpa sarang pun pemijahan masih tetap berjalan dengan baik.

Pemijahan masal dilakukan dengan perbandingan jantan betina 1 : 4. Proses berpijah dan cara pengambilan telur ikan ini sama dengan pada venustus. Masa inkubasi telur dalam akuarium sekitar dua hari. Larva dapat berenang sesudah 6-7 hari. Untuk pakan larva dapat diberi kutu air, artemia, atau cacing sutera yang dicincang. Sementara induknya diberi udang kecil atau rebon untuk memperbaiki kualitas telur. Untuk ikan dewasa dapat diberi pakan berupa cacing sutera.

Niasa sangat kuat dan toleran terhadap kualitas air sehingga penggantian air sekitar 3-4 hari sekali sebanyak separonya sudah cukup baik. Demikian pula ketinggian air kolamnya, walaupun ikannya cukup besar, namun air dangkal sekitar 15-20 cm tidak akan menjadi masalah dalam pemeliharaan. Ikan tetap dapat hidup dan tumbuh baik asalkan wadah pemeliharaannya diberi naungan.

Baca juga:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *