Ikan Langka Yang Belum Punah Hingga Saat Ini

Ikan Langka Yang Belum Punah Hingga Saat Ini – Jenis ikan langka biasanya memiliki bentuk atau warna tubuh yang berbeda dengan ikan pada umumnya. Ikan langka juga biasanya tidak memiliki jumlah yang banyak dan hanya hidup di beberapa perairan khusus saja. Jenis ikan langka ini memang memiliki nilai jual yang sangat tinggi, sehingga banyak juga para pemburu ikan hias yang mencari jenis ikan langka ini untuk mereka tangkap dan jual kepada pemesannya. Beberapa jenis ikan langka misalnya ikan Napoleon, harganya mencapai jutaan rupiah jika dijual. Ikan jenis tersebut biasanya berada di perairan daerah tropis seperti di Kepulauan Riau.

Ada beberapa jenis ikan langka lainnya yang hidup di perairan Indonesia, diantaranya adalah :

Coelacanth (ikan Raja Laut)

ikan raja laut

Menurut penelitian yang dilakukan melalui identifikasi fosil, ikan coelacanth mempunyai seratus dua puluh spesies. Awalnya jenis ikan ini sudah dinyatakan punah, akan tetapi pada tahun 1938, ikan tersebut ditemukan hidup. Ikan Coelacanth ditemukan di Kepulauan Komoro. Lalu, jenis ikan tersebut juga pernah tertangkap jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara. Masyarakat disana sering menyebutnya dengan nama “ikan raja laut”. Ikan yang terdapat di daerah Sulawesi Utara tersebut merupakan salah satu jenis ikan langka yang masuk kategori ikan purba.

Orcaella Breirostris (ikan Pesut Mahakam)

ikan pesut mahakam

Ikan pesut mahakam berada pada urutan tertinggi dalam kategori ikan yang paling langka di Indonesia. Data yang diperoleh pada tahun 2007, ikan ini tercatat hanya tinggal 55 ekor saja populasinya. Jenis ikan ini hanya memiliki populasi pada tiga lokasi saja, yaitu berada di Sungai Mekong, Sungai Irawady dan Sungai Mahakam. Tetapi kabar buruknya populasi ikan pesut di Sungai Irrawady dan Sungai Mekong telah punah. Ikan pesut mempunyai bentuk hampir sama dengan lumba-lumba. Ikan pesut mempunyai bentuk moncong relatif datar. Ikan ini sering disebut lumba-lumba air tawar.

Mola-mola/ Mola Ramsayi (ikan Matahari)

ikan matahari

Ikan matahari atau mola-mola atau mola ramsayi merupakan salah satu ikan incaran fotographer, penyelam dan jug driver. Ikan mola-mola biasanya muncul pada bulan juli sampai September. Ikan mola-mola ini merupakan ikan langka yang tinggal di laut tropis maupun sub tropis. Ikan matahari dewasa dapat mencapai berat satu sampai dua ton dan ukuran panjang satu meter. Ikan mola-mola berbeda dengan ikan yang lain karena hampir tidak mempunyai sirip pada ekornya. Ikan tersebut mempunyai clavus. Clavus tersebut berfungsi untuk menyambungkan sirip punggung dan sirip perut.

Scleropages formosus (ikan Arwana Asia / Peyang)

ikan arwana asia

Ikan arwana Asia menjadi salah satu jenis ikan langka di Indonesia. Pada tahun 2004, ika ini dinyatakan hampir punah oleh para peneliti. Penyusutan populitas ikan ikan disebabkan karena rusaknya habitat dan penangkapan liar ikan ini oleh para nelayan yang ingin menjualnya sebagai ikan hias. Ikan arwana Asia umumnya mempunyai warna perak. Jenis ikan langka tersebut merupakan ikan asli di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan perbedaan warna, ikan arwana Asia memiliki empat varian, yaitu hijau, merah, emas dengan ekor merah dan warna emas. Ikan arwana Asia berwarna hijau banyak ditemukan di Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Myanmar. Ikan arwana Asia berwarna merah banyak ditemukan di Indonesia. Sedangkan ikan arwarna Asia berwarna emas dengan ekor merah, hanya dapat ditemukan di Indonesia. Kemudian ikan arwana Asia berwarna emas dapat ditemukan di Malaysia.

Chitalia Lopis (ikan Lopis / Belida)

ikan belida

Ikan lopis memiliki nama populer di Indonesia yaitu ikan Belida. Populasi Ikan ini banyak terdapat di kawasan Sungai Belida di daerah Sumatera Selatan. Ikan belida juga dapat ditemukan di Jawa, Kalimantan, Sumatera dan semenanjung Malaya. Karena banyak sungai yang rusak, saat ini ikan belida mulai sulit ditemukan. Ikan belida adalah jenis ikan dari suku ikan punggung pisau (Notoppteridae). Benih ikan belida banyak dibudidayakan oleh Balai Budidaya Air Tawar Mandiangain, Kalimantan Selatan hingga tahun 2005.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *