Redtail Catfish

Redtail Catfish atau sering disingkat dengan RTC ini merupakan salah satu ikan hias predator yang digemari oleh para hobbies ikan predator/iwak galak. Bentuk dan perpaduan warna merah pada ekornya kontras dengan warna putih bagian perut dan hitam dibagian atasnya.

Dinegara asal ikan ini, walaupun mempunyai badan yang gemuk, banyak pemancing yang tidak mau memakannya karena dibalik kulitnya yang hitam, dagingnya juga hitam. Bahkan ada mitos dari orang Indian percaya bahwa yang berani memakan daging hitam tersebut akan mendapatkan sial seumur hidupnya.

Dilihat dari situs wikipedia.org, Ikan ini masuk dalam family Pimelodidae, Genus Phractocephalus dan masuk dalam spesies P.Hemioliopterus. Ikan lele asal amazon ini dialam liar mampu tumbuh hingga ukuran lebih dari 1 meter bahkan bisa mencapai 1,8 meter dengan berat 80 kg.

Untuk umur, Redtail Catfish bisa mencapai sekitar 20 tahun. Untuk memelihara ikan ini diperlukan akuarium yang besar, atau bisa diperilhara didalam kolam. Redtail Catfish termasuk ikan predator yang rakus dan termasuk ikan omnivora (pemakan segala), semua jenis ikan dimakannya baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Walaupun predator, ikan lele ini masih bisa disatukan dengan ikan lain asal masih dalam satu jenis (catfish). Jatah makan RTC untuk ukuran 20cm, sehari bisa memakan 3-5 ekor ikan mas dengan ukuran 2,5cm. Dan kalau sudah dalam ukuran besar, ikan ini mampu menelan ikan mas sebesar 7,5cm.

Pakan yang dihindari adalah hati sapi dan daging ayam karena pakan ini mengandung ‘lipids’ yang susah dicerna oleh metabolism Redtail Catfish. Pola pemberian makan sebaiknya dilakukan tiap hari dan dikurangi hingga seminggu sekali bila ikan sudah berukuran dewasa. Pemberian makan secara berlebihan (overfeed) dapat menyebabkan kematian ikan ini.

ikan ini terbiasa hidup secara soliter. Di sungai asalnya yang keruh, ia berenang memburu mangsanya sendirian. Diyakini bahwa Redtail Catfish tidak mampu memburu keberadaan mangsa dengan menggunakan petunjuk dari indera penglihatannya. Mereka mengikuti mangsanya dengan cara mengikuti petunjuk zat kimia yang ditinggalkan oleh calon mangsanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *