Ikan Butterfly Air Laut

Ikan Butterfly Air Laut

Ikan Butterfly Air Laut – Memelihara ikan hias di rumah sangatlah bermanfaat karena dapat menghilangkan stres. Dengan melakukan terapi aquarium yaitu melihat ikan hias yang ada di aquarium dapat menenangkan emosional.

Selain itu juga dapat membantu menstabilkan kondisi kejiwaan seseorang yang melihatnya. Beragam jenis ikan yang dapat dipelihara, mulai dari ikan air tawar hingga ikan air laut.

Salah satu jenis ikan laut yang dapat dijadikan ikan hias air laut adalah butterfly fish. Butterfly fish atau ikan kupu-kupu merupakan jenis ikan yang berada di laut tropis dan termasuk ke dalam keluarga Chaetodontidae.

Ikan butterfly atau ikan kupu-kupu hampir mirip seperti ikan angelfish (Pomacanthidae). Perbedaannya yaitu ikan kupu-kupu tidak memunyai duri pada insangnya.

Perbedaan lainnya yaitu pada bentuk tubuh ikan kupu-kupu. Ikan kupu-kupu yang sering disebut juga ikan kepe-kepe (di Indonesia). Bentuk tubuhnya membulat dan lebih kecil jika dibandingkan dengan ikan angelfish. Ikan ini sering dijadikan ikan hias di dalam aquarium karena warna dan coraknya indah.

Ikan butterfly atau ikan kupu-kupu dapat ditemukan di area terumbu karang di samudra Pasifik, samudra Atlantik dan juga samudra Hindia yang terdiri dari sekitar 120 spesies.

Baca juga :

Umumnya ikan ini berada di perairan dengan kedalaman kurang dari 18 meter atau 59 kaki, tetapi ada juga yang berada hingga kedalaman 180 meter atau 590 kaki. Ikan kupu-kupu dapat tumbuh berkisar antara 12 cm hingga 22 cm atau 4,7 hingga 8,7 in.

Ikan ini umumnya memilki warna yang mencolok seperti warna hitam, putih, kuning, jingga, biru dan merah. Terdapatnya eyespots pada panggul dan pita gelap di matanya terlihat seperti sayap kupu-kupu.

Warnanya yang mencolok kemungkinan dimaksudkan untuk komunikasi antar spesies. Pada saat malam hari tiba, ikan butterfly atau ikan kupu-kupu akan bersembunyi pada celah-celah terumbu karang.

Dan akan menunjukkan warna yang berbeda pada tubuhnya. Warnanya yang indah inilah yang membuat banyak pecinta ikan ingin menjadikannya sebagai ikan hias air laut.

Ikan butterfly atau ikan kupu-kupu juga merupakan petelur pelagis. Maksudnya adalah ikan jenis ini akan melepaskan telur-telur apung ke air dan menjadi bagian dari plankton. Mengambang dengan arus hingga telur menetas.

Ikan butterfly atau ikan kupu-kupu mememiliki warna dan bentuk tubuh yang unik. Sehingga banyak pecinta ikan hias yang menjadikannya sebagai ikan hias air laut. Dalam pemeliharaan ikan kupu-kupu ini.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama masalah kualitas air yang harus stabil. Selain itu perlu diperhatikan juga dalam pemberian pakan karna sulit untuk membuat mereka memakan pakan yang kita berikan.

Di habitat aslinya ikan kupu-kupu ini memakan pakan hidup yaitu seperti krustacea, polip koral dan juga alga. Ikan jenis ini adalah ikan tropis sehingga kondisi suhu yang cocok adalah suhu tinggi, selain itu airnya juga harus memiliki tingkat keasinan sekitar 1.025.

Memelihara Ikan Hias Mandarin

Memelihara Ikan Hias Mandarin

Memelihara Ikan Hias Mandarin – Ikan mandarin dengan nama binominal Synchiropus splendidus merupakan ikan laut berukuran kecil yang dapat dijadikan ikan hias air laut.

Ikan mandarin ditemukan oleh ahli ikan Amerika bernama Albert William Herre pada tahun 1927 dan ikan jenis ini termasuk ke dalam famili Callionymidae. Ikan mandarin sangat banyak peminatnya karena keunikan yang dimiliki dari ikan mandarin.

Ikan ini mempunyai tubuh yang panjang dengan dua sirip di punggungnya. Perlu diketahui bahwa ikan mandain ini dapat tumbuh hingga mencapai sekitar 6 cm. Ikan mandarin memiliki warna dan corak yang sangat indah.

Yaitu dengan garis garis warna hijau, orange, dan juga kuning sedangkan warna biru menyelimuti seluruh tubuhnya. Ikan yang menjadi ikon pariwisata internasional ini diminati karena warna dan coraknya yang aneh. Sehingga terkadang ikan ini juga disebut sebagai ikan Psychedelic.

 

Ikan mandarin menghuni perairan dengan terumbu karang dan laguna yang dangkal. Ikan hias air laut ini juga dapat ditemukan pada terumbu karang yang rusak atau juga pada karang yang mati dan tumpukan-tumpukan batu.

Ikan mandarin tersebar di bagian barat samudra Pasifik, membentang dari Kepulauan Ryukyu hingga ke Australia yaitu di daerah perairan Australia, perairan China, Indonesia, Malaysia, Jepang, Papua Nugini dan juga Filipina.

Ikan hias jenis ini hanya dapat ditemukan di perairan tropis. Yang memiliki kedalaman kurang lebih 1 meter samapai 8 meter atau 3,3 sampai 59 kaki. Ikan ini hidup berpasangan atau dengan kelompok-kelompok kecil karena jika terdapat 2 atau lebih pejantan dalam 1 kelompok.

Maka akan terjadi bentrok terutama waktu malam hari pada saat pemijahan. Ikan ini juga tergolong lambat pergerakannya dalam memangsa makanannya. Bahkan kecepatannya lebih lambat dari dari seekor kuda laut.

Memelihara Ikan Mandarin Di Aquarium

Memelihara ikan mandarin di aquarium dan menjadikannya ikan hias air laut terbilang cukup sulit. Hal ini dikarenakan ikan mandarin sulit dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Ikan mandarin juga sensitif terhadap perubahan air. Selain itu jika menjadikan ikan mandarin ini sebagai ikan hias akan sulit dalam pemberian pakannya. Ikan mandarin tidak menyukai pakan buatan.

Seperti pelet, cacing yang dikeringkan ataupun udang olahan pabrik. Ikan mandarin menyukai pakan yang hidup bahkan ikan ini juga memilih-milih dalam memangsa makanannya dengan memperhatikan makanan tersebut terlebih dahulu.

Makanan yang disukai oleh ikan mandarin yaitu cacing renik, copepoda, larva ikan, larva udang dan juga jentik nyamuk. Walaupun sulit dalam pemeliharaannya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

Jika ingin menjadikan ikan mandarin sebagai ikan hias. Sebaiknya aquarium dibuat mirip dengan habitat aslinya. Yaitu dengan menambahkan karang hidup di dalam aquarium.

Selain itu agar ikan mandarin tidak stres jangan mencampurnya dengan ikan yang agresif di dalam satu aquarium. Karena semakin tenang kondisi ikan mandarin maka akan semakin lama juga ikan ini dapat dipelihara di aquarium.

Baca juga :

ikan yellow tang

Ikan Laut Yellow Tang

Ikan Laut Yellow Tang – Ikan yellow tang yang memiliki nama ilmiah Zebrasoma flavescens ini merupakan jenis ikan hias air laut yang termasuk ke dalam family surgeonfish.

Ikan yellow tang sangat diminati oleh para pecinta ikan hias karena ikan yellow tang dapat hidup sehat di dalam aquarium dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pecintanya.

Ikan yellow tang ditemukan pertama kali pada tahun 1828. Dan ikan ini saat dewasa dapat tumbuh hingga 20 cm atau 7,9 in dengan ketebalan 1 atau 2 cm (0,39-0,79). Ikan hias yellow tang berwarna kuning cerah.

Dan ketika malam hari warna kuningnya akan sedikit memudar serta kecoklatan pada bagian tengah dengan garis horisontal berwarna putih. Warna kuning cerah pada yellow tang akan kembali lagi pada siang hari.

Berbeda dengan jenis ikan lain yang cenderung besar pada betinanya. Ikan yellow tang jantan cenderung lebih besar dibandingkan dengan betinanya saat dewasa. Ikan yellow tang sangat cocok jika dijadikan ikan hias air laut dan ditempatkan di aquarim.

Ikan jenis ini dapat ditemukan di daerah terumbu karang yang dangkal dengan kedalamannya sekitar 2 sampai 46 meter atau 6,6 sampai 150,9 kaki. Ikan yellow tang tersebar di samudra Pasifik.

Baca Juga :

Dan juga samudra Hindia bagian barat Hawaii dan juga bagian timur Jepang. Sekitar 70% ikan yellow tang untuk industri aquarium bersumber dari Hawaii. Penampilan ikan yellow tang yaitu berbentuk seperti panah.

Hal ini karena dorsal dan juga sirip ikan yellow tang seperti perpanjangan tubuh mereka. Selain itu ikan ini memiliki mulut yang panjang seperti tang. Mulutnya yang panjang digunakannya untuk mencari makan di daerah terumbu karang.

Ikan yellow tang di habitat aslinya hidup dan bersembunyi di area terumbu karang yang sekaligus sebagai tempat mencari makan. Makanannya di alam bebas yaitu berupa alga laut. Dan terkadang ikan ini juga memakan telur-telur ikan serta invertebrata yang hidup di sekitar terumbu karang.

Ikan yellow tang dapat dipelihara di rumah yaitu di dalam aquarium. Untuk merawat ikan hias air laut sebenarnya tidak terlalu mudah. Karena tentu saja harus memperhatikan tempat, sirkulasi air, kebersihan dan juga pakan dari ikan tersebut.

ikan yellow tang terbilang aktif, mereka suka berenang kesana kemari. Dan bersembunyi karena di tempat aslinya ikan ini hidup di terumbu karang. Jika ingin memelihara ikan jenis ini sebaiknya menyiapkan aquarium dengan ukuran besar.

Yaitu aquarium yang dapat diisi dengan air sekitar 225 liter. Sediakan juga karang buatan sebagai tempat bersembunyi ikan yellow tang. Selain itu perhatikan juga suhu air dan nilai pH, suhu air sebaiknya berada di 24  sampai 28  sedangkan pHnya antara 8,0 dan 8,4.

Ikan Badut Mudah Dipelihara

Ikan Badut Mudah Dipelihara

Ikan Badut Mudah Dipelihara – Ikan hias air laut yang memiliki nama ikan badut atau ikan giru merupakan ikan air laut yang termasuk ke dalam family Pomacentridae dan subfamily Amphiprioninae.

Ikan badut berjenis kelamin jantan ketika lahir dan setelah dewasa ikan badut yang dominan akan berubah menjadi betina dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan jantannya.

Ikan badut ini berwarna kuning, orange, kemerahan atau juga kehitaman. Ikan badut dengan ukuran terbesar memiliki panjang hingga 18 cm sedangkan ikan badut yang terkecil hanya mencapai panjang 10 cm.

Ikan yang memiliki rentang hidup 3 sampai 6 tahun ini termasuk ikan yang agresif dalam menjaga lingkup teritorialnya atau wilayah kekuasaannya. Ikan badut sendiri merupakan salah satu jenis ikan hias air laut.

Yang paling sering dicari oleh para penggemar ikan hias karena bentuknya yang mungil dan warnanya yang cantik.

Habitat Ikan Badut

Ikan badut adalah jenis ikan hias air laut yang hidup di karang-karang di perairan laut yang hangat atau tropis. Ikan hias ini dapat hidup di air laut yang jernih dengan kedalaman lautnya kurang dari 50 meter.

badut tersebar di lautan Pasifik, Samudra Hindia (Indonesia, Thailand, Burma, Malaysia dan Maladewa), laut Merah dan juga karang-karang besar di Australia. Ikan badut merupakan jenis ikan omnivora yaitu ikan yang memakan hewan dan juga tumbuhan.

Makanannya berupa invertebrata kecil seperti udang dan parasit yang menempel di tubuh anemon, selain itu ikan badut juga memakan tumbuhan alga sekitar 20% hingga 25% dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Baca Juga :

Ikan badut dan anemon hidup berdampingan dan saling menguntungkan disebut dengan simbiosis mutualisme. Anemon memiliki sengatan beracun yang hanya dapat ditahan oleh ikan badut.

Hal ini dikarenakan ikan badut memiliki lapisan lendir berbahan dasar gula sehingga anemon tidak mengenali ikan badut sebagai musuhnya. Anemon melindungi ikan badut. Sedangkan ikan badut membantu memakan parasit-parasit yang membahayakan anemon.

Cara Membudidayakan Ikan Badut Sebagai Ikan Hias Air Laut

Bagi pecinta ikan hias air laut khususnya ikan badut (clown fish). Yang ingin membudidayakannya, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan. Sebelum melakukan pembudidayaan sebaiknya siapkan terlebih dahulu wadah yang akan digunakan.

Yaitu berukuran 40 x 40 x 40 cm yang telah dilengkapi dengan instalasi air laut, aerasi dan saluran pembuangannya. Induk yang telah diseleksi dimasukkan dalam satu tempat dengan sirkulasi air yang tetap dijaga.

Pemberian pakan dapat dilakukan sesering mungkin agar mempercepat proses pemijahan. Telur-telur akan menetas setelah +- 1 minggu. Pakan yang diberikan saat ikan badut masih menjadi larva yaitu pakan rotifera yang dicampur dengan Nanochloropsis.

Setelah berumur sekitar 10 hari larva dipindahkan ke wadah lain untuk proses pembesaran. Wadah akuarium tempat pembesaran sebaiknya memiliki sirkulasi air yang baik dan juga harus dijaga kebersihannya. Untuk pemberian pakannya dapat berupa udang renik, cacing rening ataupun pelet yang diberikan 3 kali sehari.