Ikan layaran

Mengenal Ikan layaran

Mengenal Ikan layaran – Adalah jenis ikan yang sering di cari oleh para penghobby mancing. atau istilah kerennya mancing mania. Ikan layaran sendiri adalah jenis perenang cepat bahkan kecepatan ikan layaran bisa mencapai 110 Km per jam.

Karena kecepatan inilah menjadi sensasi tersendiri bagi penghobby memancing. Ikan layaran yang juga terkenal dengan sebutan ikan marlin mempunyai ciri khusus yaitu di punggungnya terdapat sirip seperti layaran.

Jenis ikan layaran ini biasanya hidup di daerah perairan tropis dan banyak juga terdapat di indonesia. Warna dari kulit ikan biasanya kebiru biruan dan mulutnya moncong seperti ikan tondak. Ikan layaran saat ini terbilang langka. Dan jarang bisa di temukan.

Ikan layaran  atau ikan marlin mempunyai pertahanan diri dari serangan mangsanya. Dengan menggunakan kamuplase warna dimana warna kulit ikan yang kebiru biruan. Bisa berubah seketika apabila ikan layaran  tersebut dalam keadaan terancam.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Tips Memelihara Dan Merawat Ikan Buntal

Dan Sirip Punggungnya apa bila terancam maka dengan sendirinya akan mengembang maka dari itu ikan tersebut di sebut dengan ikan layaran .

Ikan layaran mengumpulkan makanan nya dengan menggiring menggunakan sirip.Dan apabila sudah terkumpul maka ikan layaran  akan selalu menjaga makanannya agar tak terlepas dari buruannya.

Ikan layaran atau sailfish atau yang  ikan yang memiliki nama Latin Istiophorus albicans (untuk yang berada di Samudra Pasifik) dan Istiophorus platypterus (untuk yang bermukim di Samudra Atlantik) ini tersebar dan bermigrasi ratusan mil dari pantai.

Jumlah mereka tergolong masih banyak yang tidak menetap. Nama ikan Laut jenis ini memang belum terlalu di kenal. Sehingga untuk selalu menjumpai ikan layaran sangat sulit bagi para ahli untuk mencari lokasi pasti mereka, melakukan proses tagging (penomeran),serta pengumpulan data.

Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa ikan layaran ini memang benar-benar perenang cepat dan keunikan yang lainnya adalah Ternyata dalam waktu 36 jam setelah bertelur, telur-telur tersebut langsung menetas. Serta yang menjadi ikan layaran  sangat istemewa adalah pertumbuhan tubuh mereka sangat cepat, sekitar 6 kaki per tahun.

Jenis Ikan Laut Demersal

Jenis Ikan Laut Demersal

Jenis Ikan Laut Demersal – Ini adalah ikan yang hidup di kedalaman lautan yang dalam. Lebih dari 200 meter dari permukaan air laut. Ikan Demersal umumnya hidup mandiri. Kalaupun berkoloni, biasanya yang ukuran tubuhnya kecil-kecil. Demi bertahan hidup dari serangan ikan besar.

Banyak ikan Demersal yang hidup bersimbiosis mutualisme dengan ganggang atau alga laut. Mereka menyamarkan tubuh dengan berkamuflase menjadi terumbu karang atau ganggang. Misalnya ikan badut, mereka suka berenang-renang dekat terumbu karang.

Warna ikan Demersal memang lebih beragam dan bisa dibilang kebanyakan adalah jenis ikan laut hias. Meski banyak pula Demersal yang ukuran tubuhnya jumbo dan jadi predator ikan-ikan demersal kecil. Seperti Ikan Hiu dan Pari.

Namun ikan besar biasanya enggan menyerang koloni ikan kecil. Mereka biasanya hanya mau makan ikan yang sendirian-sendirian. Untuk menangkap jenis ikan laut Demersal ini dibutuhkan peralatan yang khusus mampu menyentuh dasar laut.

Seperti Bottom Trawl dan Bottom Long Line. Umumnya acara penangkapan ikan laut demersal ini memang sifatnya long line atau jangka panjang. Ekspedisi penangkapan ikan demersal bisa memakan waktu berbulan-bulan. Menjelajah banyak samudera di dunia. Sifatnya lintas negara.

Ikan demersal dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

+ Benthic,

Jenis ikan demersal yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di dasar laut. Ikan benthic memiliki massa jenis yang lebih besar dari air laut, sehingga sangat sulit untuk berenang naik. Ikan benthic dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  • Penyapu dasar laut. Ikan ini berenang tepat di atas dasar laut dan menghisap mangsa yang berada dekat dengan mulutnya. Ikan jenis ini memiliki bentuk tubuh yang pipih dengan mulut yang lebar dan sirip pektoral yang membesar.
  • Penjejak dasar laut. Ikan jenis ini memiliki sirip pelvis yang membesar menyerupai kaki.
  • Ikan Bersembunyi. Ikan jenis ini memiliki kebiasaan menyembunyikan dirinya di bebatuan ataupun dengn menggali lubang di dasar perairan.
  • Ikan pipih. Ikan jenis ini gemar berkamuflase dengan menyembunyikan dirinya di pasir. Dan pastinya tubuh ikan ini berbentuk pipih
  • Ikan ekor tikus. Ikan ini memiliki kepala yang lebih besar dari ekornya. Ikan ini gemar memakan bangkai atau invertebrata kecil.

+ Benthopelagic,

Jenis ikan demersall yang dapat berenang naik, akan tetapi tidak bisa terlalu jauh dari dasar laut. Sebagian besar ikan demersal merupakan jenis benthopelagic. Ikan jenis ini memakan makhluk penghuni dasar laut dan plankton.

Ikan Lencam (Lethrinidae)

Ikan Lencam (Lethrinidae)

Ikan Lencam ( Lethrinidae ) – Adalah Ikan laut yang termasuk dalam famili Lethrinidae yang dikenal dengan sebutan ikan emperor. Ikan ini merupakan kelompok ikan target nelayan yang dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi. Nama lain ikan ini diberbagai daerah di Indonesia adalah ikan asual, asuan, gotila, gopo, ketamba Lencam, mata hari, ramin dan sikuda.

Ikan ini hidup di daerah pantai, perairan karang, dapat mencapai panjang 60 cm, umumnya 35-50 cm. Termasuk ikan demersal, ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil, krustasea, cacing, penangkapan dengan pancing, bubu, jaring insang, trawl, dipasarkan dalam bentuk segar, asin-kering, harga sedang. Daerah penyebaran; perairan pantai, karang diseluruh Indonesia, dan perairan Indo-Pasifik.

Genus Lethrinus memiliki badan memanjang, agak lonjong, dan gepeng. Moncong agak meruncing. Memiliki sisik ctenoid dan memiliki operculum bersisik.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Asal Usul Ikan Koi Showa Sanke

Sisik transversal diatas garis rusuk berjumlah 5-6,sedang dibawah garis rusuk berjumlah 14-15. Jari-jari keras sirip punggung terdapat 10 dan 9 sirip punggung lemah. Sirip dubur berjari-jari keras 3 dan 8 berjari-jari lemah.

Ikan ini termasuk ikan buas, makanannya umumnya crustacea, cacing dan ikan-ikan kecil. Hidup di perairan pantai dan dasar pasir. Dapat mencapai panjang 40 cm dan umumnya 25-35 cm. Warna bagian atas kehijauan dan agak kepucatan bagian bawah. Sisik-sisik pada bagian atas badan di tengah-tengahnya berwarna putih seakan-akan membentuk totol-totol. Sirip-sirip berwarna kuning ungu kemerahan.

Lencam merah (Lethrinus obsoletus) hidup di daerah pantai, perairan karang, dapat mencapai panjang 60 cm, umumnya 35-50 cm. Termasuk ikan demersal, ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil, krustasea, dan  cacing. Penangkapan dengan pancing, bubu, jaring insang, dan trawl. Dipasarkan dalam bentuk segar, asin-kering. Daerah penyebarannya meliputi perairan pantai dan karang diseluruh Indonesia serta perairan Indo-Pasifik (Wikipedia, 2013).

Ikan lecam Lethrinus spp merupakan ikan demersal kecil yang banyak tersebar di seluruh Indonesia. Ikan lecam Lethrinus spp merupakan ikan laut komoditas penting. Ikan lecam dapat diolah dan digunakan sebagai ikan asin, ikan kering, baso ikan, tempura ikan, dan lain-lain.

Pemanfaatan ikan lecam sebagai olahan makanan di Indonesia telah mencapai tingkat ekspor. Tangkapan ikan Lecam di Indonesia terdapat hampir di seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia. Sampai saat ini Ikan Lecam belum dinyatakan sebagai spesies yang teracam keberadaannya karena spesies ini tersebar hampir diperairan Hindia-Pasifik. Akan tetapi harus diwaspadai juga bahea penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan atau merusak ekosistemnya akan memyebabkan populasinya terganggu.

Mengenal Ikan Kerong-Kerong

Mengenal Ikan Kerong-Kerong

Mengenal Ikan Kerong-Kerong – Adalah jenis ikan muara yang memiliki tubuh amat cantik. Ikan ini menjadi primadona bagi para pemancing karena warna kulitnya yang amat menawan. Ikan ini memang memiliki habitat di muara, artinya di sungai-sungai yang dekat dengan laut hingga airnya payau.

Untuk memancing ikan Kerong ini tidak dibutuhkan teknik khusus, cukup siapkan alat pancing saja dan pasti mudah mendapatkannya karena jumlahnya cukup banyak. Ikan Kerong-Kerong biasanya diperjualbelikan juga untuk diolah jadi berbagai macam makanan.

Ikan ini pun mengandung aneka macam vitamin dan mineral yang dapat mencukup kebutuhan gizi harian manusia. Dengan mengonsumsi ikan ini, pastilah anda akan mencapai manfaat berikut:

Menjaga Kesehatan Kulit

Mengonsumsi ikan kerong-kerong, akan menambah kandungan vitamin C dalam tubuh, yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit, mengangkat kotoran serta memperlancar peredaran darah sehingga kulit menjadi lebih segar, kencang dan sehat berseri sepanjang hari.

Menormalkan Kadar Gula

Jika kadar gula terus meningkat maka dapat menyebabkan berbagai macam penyakit atau komplikasi. Bagi anda yang ingin menormalkan kadar gula, cobalah mengonsumsi ikan kerong-kerong. Karena didalamnya terdapat omega 6 yang bisa menjadi solusinya.

Meringankan Gejala Edema

Gejala edema yang pada umumnya timbul antara lain pembengkakan di atas kulit, terasa kenyal apabila diraba, terkadang nyeri. Biasanya terdapat di perut, wajah, lengan kelopak mata dan kaki. Dapat diringankan dengan banyak mengonsumsi ikan kerong-kerong.

Mencegah Jantung Koroner

Dengan rutin mengonsumsi ikan kerong-kerong, serta mengurangi makanan yang manis-manis maka dapat mencegah serangan jantung koroner. Karena ikan tersebut merupakan rendah lemak, dan mengandung omega 6, yang bisa digunakan sebagai penurun kadar kolesterol tinggi, maka akan terhindar dari penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah.

Mencegah Gangguan Metabolisme

Gangguan metabolisme dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi iikan kerong-kerong. Hal ini penting sekali untuk mengatur seluruh fungsi tubuh. Untuk itu cukupilah kebutuhan gizimu, salah satunya melalui kerong-kerong itu.

Memperlancar Sistem Pencernaan

Dengan mengonsumsi iikan kerong-kerongg secara rutin dan teratur sangat bermanfaat penting dalam membantu pencernaan serta menyeimbangkan keadaan asam lambung dan usus. Sehingga tidak akan ada penyumbatan yang menyebabkan susah buang air besar.

Meningkatkan Energi

Kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, merupakan karena kurangnya energi. Maka dari itu cobalah makan iikan kerong-kerong supaya dapat meningkatkannya. Kegiatan anda pun akan dilalui dengan penuh kekuatan atau enerjik.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Asal Usul Ikan Koi Showa Sanke

Mengenal Lebih Dalam Ikan Salmon

Mengenal Lebih Dalam Ikan Salmon

Mengenal Lebih Dalam Ikan Salmon – Adalah jenis ikan dari famili Salmonidae. Ikan lain yang berada dalam satu famili dengan salmon adalah Trout. Perbedaan kedua jenis ikan tersebut antara lain: salmon bermigrasi, sedangkan trout hidup menetap. Salmon hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.

Secara umum, salmon adalah spesies anadromous, yaitu spesies yang bermigrasi untuk berkembang biak. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke laut, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Ada kepercayaan bahwa salmon selalu kembali ke tempat ia dilahirkan untuk berkembang biak.

Salmon kembali ke perairan air tawar yang mengalir (sungai) untuk berkembang biak. Metode navigasinya mungkin dilakukan dengan indra penciuman. Setengah dari jumlah salmon dewasa akan mati dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah berkembang biak.

Sebelum menaruh telur, salmon betina mengepakkan ekornya untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah yang dapat mengangkat kerikil agar tersapu arus, menciptakan celah baginya untuk menaruh telur. Satu celah dapat menampung 5000 telur, menutupi area sekitar 2,8 m2.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Jenis Ikan Guppy Termahal Dan Populer

Warna telur bervariasi dari oranye hingga merah. Satu atau lebih salmon jantan akan mendekati salmon betina dan mengeluarkan spermanya ke air untuk membuahi telur. Salmon betina lalu menutupi telur-telurnya dengan menyapu kerikil lalu pergi bertelur di tempat lain.

Salmon betina dapat melakukannya sebanyak tujuh kali sebelum telur dalam ovariumnya habis. Salmon akan mati kelelahan segera setelah bertelur. Telur harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air yang dingin dengan arus yang baik sebagai suplai oksigen.

Kematian yang tinggi biasanya terjadi pada tahap ini, yang sebagian besar terjadi akibat predasi dan perubahan kondisi perairan akibat ulah manusia. Salmon muda menetap di perairan air tawar tempat ia dilahirkan, selama tiga tahun sebelum bermigrasi ke laut.

Pada masa tersebut, ikan ini berwarna keperakan. Diperkirakan hanya 10% dari jumlah telur selamat mencapai tahap ini. Salmon menghabiskan waktu satu hingga lima tahun sebelum mencapai usia kematangan seksual.

Salmon dewasa akan kembali ke tempat kelahirannya untuk berkembang biak. Dalam proses menuju ke arah itu, beberapa jenis salmon mengembangkan taring. Warna mereka akan menjadi gelap. Jarak perjalanan yang dilakukan salmon sangat menakjubkan; mereka dapat mengarungi arus sungai sejauh 1.400 km dan mendaki setinggi 2.100 m dari laut menuju ke tempat mereka dilahirkan. Selama berada di air tawar dan muara, salmon muda memakan serangga, amphipoda, dan crustacea. Ketika sudah dewasa, mereka akan memakan ikan kecil.